Tampilan : Daftar Grid
Showing posts with label Fiqih. Show all posts
Showing posts with label Fiqih. Show all posts

Aplikasi Android Kitab Al-Umm




Ringkasan Kitab Al Umm Versi Android
Developer : AndroidKit


Kitab al-Umm adalah satu di antara kitab-kitab Imam Syafi’i yang sangat terkenal. Di sana termuat fiqih Imam Syafi’i. Maka tidak jarang bila dalam sebuah pembahasan hukum fiqih disebutkan “menurut Imam Syafi’i” maka yang dimaksud adalah dalam kitab al-Umm tersebut. Kitab al-Umm adalah sebuah kitab tebal yang terdiri dari empat jilid dan berisi 128 masalah.



Al-Hafidz ibnu Hajar berkata: “Jumlah kitab (masalah)dalam kitab al-umm sebanyak 40 bab lebih -wallahu a’lam- dimulai dari kitab at-Thaharah kemudian kitab as-Shalat. Begitu seterusnya yang beliau susun berdasarkan bab-bab fiqih …”

Berikut ini adalah Kitab Al-Umm dalam bentuk Aplikasi Android sehingga lebih mudah dalam membaca, share dan lain-lain

Download gratis Aplikasinya nya :

Download

Fiqih Shalat 4 Mahzab


Judul : Fiqih Shalat 4 Mahzab
Judul Asli : al-Shalah 'alaa Madzahibil Araba'ah
Pengarang : Syaikh Abdul Qadir al-Rahbawi

Kitab ini menyajikan perbandingan shalat 4 madzhab dengan sangat menarik, lugas dan mudah dipahami oleh semua kalangan, juga disertai dengan dalil-dalil yang dijadikan sandaran didalamnya. Diharapkan dengan ini bisa saling memahami perbedaan yang ada diantara madzhab-madzhab Islam, sehingga dengan begitu tidak perlu adanya pecah belah diantara kaum Muslimin.

"Mempelajari hukum-hukum sholat adalah fardhu 'ain bagi setiap muslim. Sebab, dengan mengetahuinya, dia dapat mendirikan sholatnya dengan benar, khusyu' dan sempurna. Sementara jika sholatnya kurang sempurna atau rusak salah satu syarat dan rukunnya, dan tidak sesuai dengan contoh dari Rasulullah, maka sholat tersebut tertolak dan tidak akan diterima oleh Allah. Ironisnya, umat islam dewasa ini banyak yang tidak memahami bagaimana tata cara sholat yang benar sebagaimana dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW. Mereka sekadar sholat tanpa mengetahui dasar-dasar hukumnya. Bahkan, karena ketidakpahaman mereka tentang hukum-hukum sholat, ada yang berani menyalahkan kaum muslimin yang lain yang berbeda tata cara sholatnya. 

Dalam melaksanakan ibadah, tak terkecuali sholat, kaum muslimin banyak mengikuti empat madzhab yang besar, yaitu Hanafi, Maliki, syafi'i dan Hanbali. Seringkali perselisihan timbul diantara kaum Muslimin di berbagai masjid, disebabkan karena perbedaan madzhab. Contohnya mengenai membaca do'a qunut ketika sholat subuh, sebagian ada yang qunut dan sebagian lagi tidak qunut. Perbedaan itu mestinya dapat disikapi dengan baik dan penuh toleransi seandainya kaum Muslimin memahami agama Islam dengan benar.

Faktor-faktor diatas telah memotivasi Syaikh Abdul Qadir Ar-Rahbawi untuk menulis sebuah buku yang berjudul Ash-Shalatu 'ala al-Madzhahibi al-Arba'ah . [Rerensi Buku diambil dari Surau.net]

DAFTAR ISI FIQIH SHALAT 4 MADZHAB

Pengantar Penerbit
Daftar Isi
Biografi Empat Imam Madzhab
·         - Imam Abu Hanifah
·         - Imam Malik
·         - Imam Syafi’i
·         - Imam Ahmad bin Hanbal
Biografi Imam Perawi Hadits
·         - Bukhari
·         - Muslim
·         - Abu Daud
·        - Tirmidzi
·        - Nasa’i
·         - Ibnu Majah
Istilah Bahasa yang Digunakan Untuk Menerangkan Perawi Hadits
·         - Sebab Terjadinya Perbedaan Pendapat Para Ulama
THAHARAH
·         - Hukum Air Sumur
·        - Hukum Air Sisa
·         - Najis
·         - Adab Buang Air dan Istinja’
·         - Wudlu’
·         - Mandi
·         - Mengusap Khuff (Sepatu)
·         - Tayammum dan Dalil yang Mensyariatkannya
·         - Ketika tidak Ditemukan Alat Untuk Bersesuci (Air dan Debu)
·         - Mengusap Jabiirah (Pembalut Luka)
HAIDL, NIFAS DAN ISTIHADLAH
·         - Haidl
·         - Nifas
·         - Istihadlah
ADZAN
·         - Sebab-Sebab Disyariatkannya Adzan
·         - Syarat-Syarat Adzan
·         - Sunnah-Sunnah Adzan
·         - Iqamah
SHALAT
·         - Syarat Wajib Shalat
·         - Beberapa Shalat Yang Difardlukan
·         - Waktu-Waktu Shalat
·         - Waktu-Waktu Yang Haram Mengerjakan Shalat
·         - Waktu-Waktu Yang Makruh Mengerjakan Shalat
·         - Syarat Sahnya Shalat
·         - Fardlu-Fardlu Shalat
·         - Sunnah-Sunnah Shalat
·         - Hal-Hal Yang Makruh dalam Shalat
·         - Hal-Hal Yang Membatalkan Shalat
SHALAT BAGI ORANG SAKIT
SUNNAH SHALAT
·         - Macam-Macam Shalat Sunnah
·         - Shalat Witir
·         - Qunut Nazilah
·         - Shalat Tarawih
·         - Shalat ‘Iidain (Dua Hari Raya)
·         - Shalat Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan
·         - Shalat Istisqa’
·         - Shalat Dluha
·         - Shalat Malam
SHALAT TAHIYYATUL MASJID
·         - Shalat Sunnah Thaharah
·         - Shalat Sunnah Istikharah
·         - Shalat Hajat
·         - Shalat Tasbih
SHALAT BERJAMA’AH
·         - Syarat-Syarat Menjadi Imam
·         - Syarat-Syarat Sahnya Shalat Bagi Makmum
·         - Hal-Hal Yang Menggugurkan Shalat Berjama’ah
·         - Hukum Masbuk Dalam Shalat
·         - Penggantian Imam
·         - Hal-Hal Yang Dianjurkan Bagi Imam
·         - Kehadiran Seorang Wanita Dalam Shalat Berjama’ah
·         - Kriteria Orang Yang lebih Berhak Menjadi Imam
SHALAT JUM’AT
·         - Keutamaan Hari Jum’at
·         - Hal-Hal Yang di Anjurkan Pada Hari Jum’at
·         - Dalil Wajibnya Shalat Jum’at
·         - Syarat Wajibnya Shalat Jum’at
·         - Syarat Sahnya Shalat Jum’at
·         - Syarat-Syarat Khutbah
·         - Rukun-Rukun Khutbah
·         - Sunnah-Sunnah Khutbah
·         - Hal-hal Yang Makruh Dalam Khutbah
·         - Hukum Masbuq Dalam Shalat Jum’at
·         - Shalat Sunnah Rawatib Shalat Jum’at
SUJUD SAHWI
SUJUD TILAWAH
SUJUD TILAWAH
SHALAT BAGI MUSAFIR
·         - Hukum Mengqashar Shalat
·         - Syarat Sahnya Meringkas Shalat
·         - Hal-Hal Yang Mengakibatkan Dilarangnya Mengqashar Shalat
SEPUTAR MENJAMA’ DUA SHALAT
·         - Shalat Diatas Kendaraan
·         - Mengganti Shalat Yang Terlewatkan
·         - Udzur yang Menggugurkan Kewajiban Shalat
·         - Udzur yang Menyebabkan Diperbolehkannya Mengakhirkan Shalat
·         - Tatacara Mengqadla’ Shalat
SHALAT JENAZAH
·         - Syarat-Syarat Shalat Jenazah
·         - Rukun Shalat Jenazah
·         - Sunnah-Sunnah Dalam Shalat Jenazah
·         - Orang Yang Lebih Berhak Menjadi Imam Dalam Shalat Jenazah



Download gratis e-Book nya :

Download
Ebook ini berformat DJVU, untuk membuka file tersebut dapat menggunakan aplikasi winDJView
Download

PANDUAN HUKUM ISLAM


Judul : Panduan Hukum Islam
Judul Asli : I’LAMUL MUWAQI’IN
Pengarang :  Ibnu Qayyim Al Jaziyah Rahimahullah


Ibnu Qoyyim menulis panjang lebar dalam buku ini tentang pemikiran hukum islam yang menjadi wacana publik pada masanya dan masa-masa sebelumnya. Penjelasannya mengungkap pro-kontra persoalan seputar dasar-dasar hukum islam seperti Qiyas. Istihsan, Qaul, Shahabi, A’mal ahlul madinah dll. Polemik trsebut menjadi lebih menarik sebab dilengkapi dengan contoh-contohnya dalam berbagai persoalan hhukum yang dihadapi masyarakat seperti masalah warisan, thaharah, haji, puasa, zakat, sewa-menyewa dll.

Tetapi perlu disampaikan bahwa contoh kasus-kasus tersebut tidak semuanya disajikan dalam buku ini. Dalam edisi terjemahan ini hanya diambil beberapa contoh kasus yang dipandang dapat ikut menjelaskan pokok persoalan yang menjadi pokok pembahasan yang sedang dibicarakan. Mudah-mudahan upaya tersebut tidak mengurangi pesan  yang endak disampaikan penulis.

Download gratis e-Book nya :

Download

Strategy Marketing Muhammad



Judul : Marketing Muhammad
Pengarang : Thorik G, Utus H S
Bahasa : Indonesia
Jumlah halaman : 160
Format : Pdf
File size : 2.76 MB

Nabi Muhammad adalah seorang pengusaha dan pedagang? Apakah Muhammad yang notabene seorang Nabi dan rasulullah dalam agama Islam memiliki konsep tersendiri dalam dunia marketing/pemasaran? Ebook ini akan menjelaskan secara gamblang seputar rahasia kesuksesan Nabi dalam memenangkan pesaingan pasar.

Apa yang telah beliau laksanakan dalam berdagang, sangatlah menarik untuk diperhatikan terlepas dari kapasitasnya sebagai seorang Nabi utusan Allah SWT, tetapi juga sebagai seorang pedagang/pengusaha. Layaknya seperti strategi pemasaran pada umumnya, dalam ebook ini akan dijelaskan step by step bagaimana cara Nabi Muhammad sukses dalam berdagang. Penasaran? berikut ini daftar isinya:
Bagian Pertama: Mind Share (Segmentasi, Targeting, Positoning)
Bagian Kedua: Market Share (Diferensiasi, Marketing Mix, Selling)
Bagian Ketiga: Heart Share (Brand, Process, Service)
Bagian Keempat: Soul Share (Jujur, Profesional, Silaturahmi, Murah Hati)
Bagian Kelima: Soul Marketing

Download gratis e-Book nya :

Download

70 Pertanyaan Seputar Jenazah




Karya : Muhammad bin Shalih Al Utsaimin


Buku ini berisi tujuh puluh Tanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan jenazah, baik tentang bagaimana mengurus jenazah, dari mendampingi orang yang sakaratul maut hingga menguburkannya. Juga pertanyaan seputar kebiasaan kaum muslimin dalam menghadapi jenazah seperti membacakan surat Yasin dan sebagainya.




Download gratis e-Book nya :

Download

20 Fatwa Pilihan Seputar Zakat


Zakat merupakan ibadah ma’liyah (berkaitan dengan harta) yang Allah Ta’ala wajibkan kepada umat Islam sebagaimana tersebut dalam firmanNya, “Ambilah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS. At-Taubah [9] : 103).

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat mempunyai kedudukan yang sangat agung. Di samping sebagai bentuk ibadah kepada Allah, zakat merupakan sarana pemerataan ekonomi umat Islam, pengikat kasih sayang antara orang kaya dan fakir miskin, dan juga membantu terciptanya kemaslahatan umat Islam. Hal ini tercermin dalam aturan-aturan zakat dan pengalokasiannya.

Sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk mengetahui dan memahami permasalahan zakat. Sebab, masih ada sebagian umat Islam yang kurang memahami tentang hukum zakat dan permasalahan yang terkait dengannya. Hal ini tentu akan berpengaruh dalam praktek dan pelaksanaannya


Download gratis e-Book nya :

Download

Hukum Cadar

Kitab ini adalah karya Syaikh Al Albani yang membahas masalah hukum wanita me-makai cadar. Kitab ini bisa dikatakan merupakan pelengkap dari kitab Jilbab Mar'ah Muslimah. Kalau di dalam kitab Jilbab Al Mar'ah Musiimah beliau kemukakan pendapatnya seputar hukum wanita menutup wajah, maka pada kitab ini beliau secara khusus membantah pendapat para ulama yang mewajibkan cadar tersebut.

Ada sepuluh poin bahasan di dalam kitab ini, masing-masing beliau bahas secara tuntas, disertai hujah yang kokoh sehingga nampak kelemahan-kelemahan argumentasi pihak yang mewajibkan cadar. Lebih dari itu, dengan membaca buku ini kita mendapat-kan berbagai informasi berharga, kita bisa mengikuti bagaimana beliau menetapkan shahih-dha'ifnya suatu hadits dan bagaimana sebuah hadits semestinya digunakan dalam menetapkan hukum agama.


Download gratis e-Book nya :

Download

Sifat Shalat Nabi



Oleh : Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
 
 
Shalat adalah amalan pertama yang akan diperiksa di Hari Kiamat dan ia juga menjadi pembeda antara keimanan dan kekafiran seseorang. Demikian besar dan pentingnya masalah shalat ini sehingga Rasulullah sangat memberikan perhatian kepada pelaku shalat bahkan sering beliau menegur seseorang untuk mengulang shalatnya karena belum sesuai dengan apa yang diajarkannya.

Download gratis e-Book nya :

Download

Cincin Pinangan


Judul Asli: Adab Az-Zafaf fi As-Sunnah Al Muthahharah
Penulis: Muhammad Nashiruddin al Albani
Edisi Indonesia: CINCIN PINANGAN, Adab Pernikahan Islami
Penerjemah: Ahmad Rivai Usman & Abdul Syukur Abdul Razak.
Ukuran ebook: (PDF) + 185 halaman
File size: 2.20 MB

Buku ini adalah cetakan baru dari buku karya Syaikh al Albani yang berjudul “Adab Az-Zafaf fi As-Sunnah Al Muthahharah” (Etika perkawinan menurut Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam yang suci). Cetakan ini berbeda dengan cetakan sebelumnya, baik yang dicetak secara legal dari penerbit buku Al Maktabah Al Islamiyah maupun yang dicetak dengan cara ilegal dari sebagian orang-orang Mesir atau lainnya. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi petunjuk kepada mereka ke jalan yang benar.

Di antara keistimewaan cetakan baru ini adalah, Syaikh Albani telah menambahkan dua daftar isi; yaitu tentang hadits marfu’ (hadits-hadit yang sanadnya disandarkan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, dan riwayat-riwayat yang mauquf (riwayat yang sanadnya tidak sampai kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam), sehingga kitab ini terdiri dari empat daftar isi:

  • Referensi kitab ini
  • Pasal dan pembahasan
  • Hadits marfu’ (dinisbatkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam)
  • Riwayat-riwayat yang mauquf (tidak sampai kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam).


Download gratis e-Book nya :

Ringkasan Al-I‘tisham - Membedah seluk-beluk bid’ah


Judul :  Ringkasan Al-I‘tisham - Membedah seluk-beluk bid’ah
Peringkas: Alawi bin Abdul Qadir As Saqqaf
Penulis: Abu Ishaq Ibrahim bin Musa Asy Syathibi



Alhamdulillah buku Ringkasan Al I’tisham Imam Asy-Syathibi, Membedah Seluk-Beluk Bid’ah telah terbit.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para shahabatnya, dan para pengikutnya yang setia mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman. Buku yang ada di hadapan pembaca ini adalah terjemahan kitab Mukhtashar Kitab Al I’tisham karya imam Asy-Syathibi yang hidup di abad ke delapan hijriyah. Buku ini membahas seluk-beluk bid’ah, mulai dari definisi, macam dan sebab terjadinya bid’ah, sampai masalah hukuman dan akibat yang akan menimpa para pelaku bid’ah dan pembahasan penting lainnya seputar bid’ah. Harapan kami semoga buku ini bermanfaat bagi kaum muslimin sehingga berhati-hati dalam beramal dan beragama dan menjauhi bid’ah yang dapat merusak amal dan agama.

Segala tegur sapa dari para pembaca akan kami sambut dengan baik demi kebenaran dan mencari keridhaan Allah Ta’ala. Amin


Berikut isi kandungan dari buku tersebut :
Bab 1: Bid’ah: Definisi dan asal-usul kata tersebut
1.1. Definisi dan asal kata bid’ah
1.2. Bid’ah tarkiyyah
Bab 2: Tercelanya bid’ah dan akibat buruk yang akan diperoleh para pelakunya
2.1. Dalil aqli tercelanya bid’ah
2.2. Dalil naqli tercelanya bid’ah
2.3. Penggunaan akal yang tercela
2.4. Kejelekan-kejelekan bid’ah
2.5. Perbedaan antara bid’ah dan maksiat
Bab 3: Bid’ah tercela secara umum dan beberapa syubhat dari para pelaku bid’ah
3.1. Bid’ah tercela secara umum
3.2. Penggolongan pelaku bid’ah
3.3. Ahli hawa dan ahli bid’ah
3.4. Tingkatan dosa pelaku bid’ah
3.5. Sikap terhadap ahli bid’ah
3.6. Pembagian bid’ah hasanah dan sayyi’ah serta bantahannya
3.7. Pembagian bid’ah menjadi lima bagian dan bantahannya
Bab 4: Cara ahli bid’ah berargumentasi
4.1. Pendahuluan
4.2. Jalan yang ditempuh orang yang menyimpang
Bab 5: Hukum seputar bid’ah hakikiyah dan bid’ah idhafiyah
5.1. Definisi umum
5.2. Bid’ah idhafiyah
5.3. Sikap diam pembuat syari’at
terhadap suatu masalah
5.4. Setiap amalan yang samar termasuk bid’ah idhafiyah
5.5. Termasuk bid’ah idhafiyah ibadah yang keluar dari batasan syar’i
5.6. Apakah bid’ah idhafiyah tergolong ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah?
Bab 6: Hukum dan tingkatan bid’ah
6.1. Tingkatan bid’ah
6.2. Setiap bid’ah adalah sesat
6.3. Apakah ada bid’ah yang kecil dan bid’ah yang besar?
6.4. Syarat-syarat bid’ah kecil
Bab 7: Apakah bid’ah hanya khusus menyangkut urusan ibadah?
7.1. Dua jenis perbuatan mukallaf
7.2. Sebab-sebab munculnya bid’ah
Bab 8: Perbedaan antara bid’ah, mashalih mursalah, dan istihsan
8.1. Perbedaan antara bid’ah dan mashalih mursalah
8.2. Perbedaan antara bid’ah dan istihsan
8.3. Bantahan terhadap para pelaku bid’ah dalam masalah istihsan
8.4. Bantahan terhadap syubhat tentang meminta ‘fatwa hati’
Bab 9: Sebab-sebab munculnya kelompok-kelompok bid’ah
9.1. Perselisihan umat dan sebab-sebabnya
9.2. Hadits perpecahan umat dan beberapa permasalahannya
Bab 10: Makna ash-shirath al-mustaqim dan penjelasan penyimpangan pelaku bid’ah terhadap makna tersebut


Download gratis e-Book nya :

Fiqih Dakwah Para Nabi



Judul Asli: Manhajul Anbiyaa’ fid Da’wah ilallah, fihil Hikmah wal ‘Aql
Penulis: Prof. Dr. Rabi’ bin Hadi ‘Umair al-Madkhali
Pengantar: Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah al-Fauzan
Edisi Indonesia: Fiqih Dakwah Para Nabi


Dakwah merupakan jalan mulia para Nabi dan Rasul ‘alaihi shalatu wasallam, jalan yang penuh tantangan, onak, dan duri. Namun Allah Yang Maha Pemurah menjanjikan ganjaran dan pahala yang besar bagi para penempuhnya. Dakwah sudah menjadi suatu keharusan bagi setiap individu muslim dan muslimah. Keberadaannya menjadikan islam tegak dan kokoh. Dakwah di jalan Allah merupakan sebesar-besar ketaatan kepada Allah, sehingga layak jika Allah menyebutkan bahwa sebaik-baik perkataan seorang hamba adalah ajakan kepada manusia untuk menuju jalan Allah dan beramal shalih. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri.”

[Fushshilat: 33]

Akan tetapi, sekarang banyak dari para da’i yang sembrono dalam berdakwah. Beberapa diantara mereka berdakwah tanpa dibekali dengan ilmu yang cukup. Ada pula yang justru memanipulasi dakwah untuk suatu kepentingan tetentu, bahkan ada yang menafikan keutamaan metode dakwah para Nabi dan Rasul ‘alaihi shalatu wasallam. Mereka terjerumus dalam berbagai kesalahan yang justru dapat menyesatkan umat, dengan atau tanpa mereka sadari. Wal ‘iyaadzu billaah.


Buku fiqh dakwah para Nabi ini akan menuntun anda dalam membuka cakrawala pemahaman tentang luasnya dakwah para Nabi dan Rasul ‘alaihi shalatu wasallam, disertai dengan keutamaannya yang melimpah. Di dalamnya dibawakan firman Allah Ta’ala dan sabda rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang senantiasa merujuk kepada pemahaman yang benar dan kejernihan akal. Anda akan mendapati berbagai polemik yang meliputi kancah dakwah islamiyyah disertai solusi yang tepat dalam menyikapinya.

Buku ini telah mendapatkan sambutan hangat di negara asalnya, bahkan di negara-negara lainnya, dan juga di Indonesia. Oleh karena itu sangat tepat jika anda membacanya dan mempraktikannya dengan benar.

Sumber


Download e-Book Islam

Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah



Judul : Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah
Penulis : M. Nashiruddin Al-Albani


TOC:
Hal-hal yang Diwajibkan atas Orang yang sedang Sakit
Menalkini Orang yang sedang Menghadapi Sakaratul Maut
Hal-hal yang Harus Dilakukan Setelah Seseorang Meninggal
Hal-hal yang diperbolehkan ketika Meninggalnya Seseorang
Hal-hal yang Wajib Dilakukan Kerabat sang Mayat
Hal-hal yang Haram Dilakukan Para Kerabat
Pemberitaan Kematian yang Diperbolehkan
Tanda-tanda Husnul Khatimah
Pujian Manusia terhadap sang Mayat
Memandikan Mayat
Mengafani Mayat
Mengusung Jenazah dan Mengiringinya
Perihal Salat Jenazah
Penguburan dan Hal-hal yang Berkaitan dengannya
Takziyah (Melawat Keluarga Mayat)
Ziarah Kubur
Bid’ah-bid’ah di Seputar Masalah Jenazah


Mukadimah

Segala puji hanyalah bagi Allah. Kami memuji, meminta pertolongan, dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami juga berlindung kepada-Nya dari kejelekan nafsu dan amalan diri. Siapa saja yang dianugerahi-Nya petunjuk, maka tidak ada kesesatan baginya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak akan ada yang dapat memberinya petunjuk.

Saya bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, tuhan yang tiada sekutu bagi-Nya. Saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”(Ali Imran: 102)

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”(an-Nisa’: 1)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (al-Ahzab: 70-71)


Amma ba'du. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Quran) dan sebaik-baik bimbingan adalah petunjuk Muhammad (Sunnah Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam). Ketahuilah bahwa seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, sedangkan setiap bid’ah adalah menyesatkan dan setiap yang menyesatkan pasti menjerumuskan ke neraka.

Allah telah berfirman,

“Mahasuci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (al-Mulk: 1-2)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”(al-Anbiya’: 35)

Kemudian Rasulullah bersabda,

“Apakah artinya dunia bagiku, tidaklah aku di dunia ini kecuali bagaikan orang yang tengah berkendaraan dan bernanung di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”1

Kita ketahui bahwa petunjuk Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dalam masalah penanganan jenazah adalah petunjuk dan bimbingan yang terbaik dan berbeda dengan petunjuk umat-umat lainnya, meliputi perlakuan atau aturan yang dianut umat kebanyakan. Bimbingan beliau, dalam hal mengurus jenazah, di dalamnya mencakup aturan yang memperhatikan sang mayat, yang kelak bermanfaat baginya baik ketika berada di dalam kubur maupun saat tiba hari kiamat. Termasuk memberi tuntunan, yaitu bagaimana sebaiknya keluarga dan kerabatnya memperlakukan mayat.

Dengan demikian, petunjuk dan bimbiingan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dalam mengurus jenazah ini merupakan potret aturan yang paling sempurna bagi sang mayat, baik dalam muamalahnya secara vertikal maupun horizontal. Aturan yang sangat sempurna dalam mempersiapkan seseorang yang telah meninggal untuk bertemu dengan Rabb-nya dengan kondisi yang paling baik lagi afdal. Bukan hanya itu, keluarga dan orang-orang terdekat sang mayat pun disiapkan sebagai barisan orang-orang yang memuji Allah dan memintakan ampunan serta rahmat-Nya bagi yang meninggal.

Di dalamnya juga mengatur bagaimana tata cara yang terbaik dalam mengiringi jenazah hingga mengantarkannya ke dalam kubur sebagai penghormatan terakhir baginya. Kemudian, para pengantar –yang terdiri atas keluarga dan orang-orang terdekat– ketika berada di atas kuburnya bersama-sama berdoa dan memohon kepada Allah Taala agar menganugerahkan bagi yang meninggal apa yang paling dibutuhkannya, yaitu keteguhan dalam kehidupan di alam barzah. Mereka juga diajarkan untuk menziarahi kuburnya, memberinya salam dan mendoakannya. Ini sama halnya dengan aturan yang menuntun orang yang masih hidup mengikrarkan tekad untuk berlaku demikian terhadap sesamanya –yang masih hidup di dunia.

Tuntunan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam yang paling awal sekali yang mesti dilakukan seseorang adalah ketika saudaranya sesama muslim ditimpa sakit keras hendaknya ia mengingatkan akan “kampung akhirat”. Di samping itu, memerintahkan kepada orang-orang yang hadir saat itu untuk menalkin2 (membisikkan/membimbing orang yang hendak meninggal agar mengucapkan syahadat) –mengucapkan berulang-ulang dua kalimat syahadat– sehingga menjadi akhir ucapannya dalam melepas kehidupannya di dunia nan fana ini.





Haji Nabi - Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani



Judul Asli: Hajjatu’n Nabi Kama Rowaha ‘Anhu Jabir
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani
Edisi Indonesia: Haji Nabi Sejak Berangkat dari Madinah Hingga Kembali, Seakan-akan Anda Menyertainya
Penerjemah: Abu Umar Basyir Al Maidani



Memasuki bulan syawal, banyak kaum muslimin yang akan menunaikan ibadah haji mulai mempersiapkan perbekalan untuk dapat menunaikan ibadah yang mulia ini. Mulai dari perbekalan finansial maupun logistik, namun yang terpenting adalah perbekalan ilmu, agar ibadah haji yang akan dilakukan dapat diterima oleh Allah Azza Wa Jalla, sehingga insya Allah menjadi haji yang mabrur.

Seperti typikal kebanyakan orang indonesia pada umumnya yang masih menggunakan “SKS” (sistem kebut sebulan), kebanyakan dari mereka mulai berburu buku-buku ke toko buku yang mengupas tentang tata cara ibadah haji.

Pada kesempatan ini akan saya bagikan ebook-ebook yang mengupas tentang tata cara ibadah haji dan umrah seperti yang telah dicontohkan oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Berikut ini adalah beberapa ebook yang bisa anda download dan pelajari. Jangan lupa isi coretan komentar setelah mendownloadnya ya… biar tahu berapa orang yang sudah mendownloadnya.


1. Haji Nabi Sejak Berangkat dari Madinah Hingga Kembali, Seakan-akan Anda Menyertainya

Siapa tidak menginginkan ibadah haji mabrur? Haji, ganjarannya dihapuskannya seluruh dosa dan masuk surga. Setiap muslim tentu mencita-citakannya. Namun, seperti apakah gambaran nyata haji mabrur itu?

Di kitab ini anda akan melihat gambaran nyata haji mabrur itu, langsung dari praktik yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, bersama para sahabatnya. Seluruh rangkaian ibadah haji yang beliau laksanakan, sejak berangkat dari Madinah, hingga pulang kembali, dilukiskan dengan mendetail dalam kitab ini. Anda juga akan mengetahui jawaban-jawaban Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam atas beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh para sahabat kepada beliau selama masa pelaksanaan ibadah haji.

Kisah perjalanan haji beliau ini, sebagian besar disampaikan oleh sahabat Jabir radliallahu anhu dan dikutip dari riwayat-riwayat shahih yang diriwayatkan melalui para sahabat dekat Jibir yang tsiqoh (tepercaya)


Gambaran lengkap dan utuh tentang manasik yang seharusnya kita teladani dari nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam ini, ditambah dengan penjelasan tentang beberapa bi’ah dalam pelaksanaan ibadah haji, menjadikan kitab ini sangat penting sebagai bekal ilmiah anda sebelum berangkat ke tanah suci. Nama penulis yang dikenal luas sebagai pakar hadits abad ke-20 juga merupakan nilai plus tersendiri.



Fiqih Niat




Nabi bersabda, “ Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang memperoleh apa yang ia niatkan.Siapa yang hijrah karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya.Siapa yang hijrahnya karena dunia, ia mendapatkannya, atau karena wanita, ia menikahinya, Hijrah itu sesuai yang dia inginkan.”

            Abu dawud berkata,” hadits – innamal a’maalu binniyat- ini setengah dari Islam, karena agama itu terdiri dari aspek lahir, yaitu amal, dan aspek batin yaitu niat.”. Hadis diatas menunjukkan urgensi niat. Niat merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan seorang muslim, dan menentukan apakah amal kita akan diterima atau tidak. Para ulama menyakini bahwa amal batin lebih utama dari amal lahir, dan niat orang-orang beriman lebih baik dari amalnya.

            Begitu pentingnya niat, tak heran kalau pembahasan niat merupakan bahasan pertama dan utama yang dipaparkan oleh para ulama, terutama dalam kajian fikih, itulah yang mendorong penulis buku ini menyusun buku tentang fikih niat.

            Dalam kitab ini, penulis menegaskan bahwa niat terletak pada posisi ruh dari amal perbuatan. Niat juga diibaratkan sebagai posisi akar dari suatu batang, cabang dan dahan pohon,
Maka, bagaimanakah kondisi suatu jasad jika dicabut ruh? Dan bagaimana juga kondisi suatu pohon jika dicabut akarnya?
            Penulis membagi bukunya menjadi tiga bagian. Pembahasan pertama mengupas batasan objek kajian mengenai fikih niat. Pembahasan kedua menyajikan dalil-dalil yang menunjukkan pentingnya niat dalam ibadah dan perbuatan.Pembahasan ketiga memaparkan keutamaan niat dan keagungannya.
            Mengingat keutamaan niat bagi diterima atau tidaknya amal seorang muslim, buku ini sangat layak dan perlu dibaca oleh setiap muslim.


TATA CARA HAJI DAN UMRAH


Disusun Okeh : Tholal Bin Ahmad Al-'Aqil
Penerjemah : Ahmad Baihaqi Abdul Adzim
Muraja'ah : Farid Muhammad Albathothy


Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT.  Haji merupakan rukun islam yang kelima yang wajib dilaksanakan bagi yang mampu. Tetapi untuk umrah menurut fatwa syaikh utsaimin ; para ulama berselisih pendapat tentang hukumnya, ada di antara mereka yang mengatakan bahwa umrah hukumnya wajib, dan ada pula yang berpendapat sunnah; dan ada pula yang membedakan antara penduduk Mekkah dengan yang bukan penduduk Mekkah. Mereka mengatakan bahwa umrah itu wajib atas yang bukan penduduk kota Mekkah dan tidak wajib atas penduduk kota Mekkah. Pendapat yang saya (syaikh utsaimin) pandang kuat adalah bahwa umrah itu wajib atas penduduk kota Mekkah dan lainnya, namun tingkat wajibnya lebih rendah daripada wajibnya ibadah haji, sebab kewajiban ibadah haji merupakan fardhu (kewajiban) yang sangat ditekankan, dan merupakan salah satu rukun (pilar) Islam, sedangkan umrah tidak demikian. 

Berikut adalah ebook tata cara ibadah haji secara ringkas dan jelas yang diterbitkan oleh islamhouse.com untuk mendownload klik dibawah ini :


Al-Umm - Imam Syafii


 Penulis : Imam Syafii
Judul : Al-Umm
Filetype : Djvu


Muhammad bin Idris Asy-Safi’i atau yang lebih dikenal dengan nama Imam syafi’i adalah tokoh besar yang tidak asing lagi namanya di telinga umat islam. Kepakaran
imam syafi’i di berbagai cabang ilmu keislaman tidak diragukan oleh para ulama. Beliaulah peletak dasar ilmu hadits dan ushul fiqih lewat karya monumentalnya,
ar-Risalah.

Di berbagai belahan dunai Islam, khususnya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia [dan Malaysia], mazhab Syafi’i menjadi pegangan utama kaum muslim. Artinya dalam menjalankan aktivitas-aktivitas keagamaan yang berkaitan dengan masalah-masalah peribadatan mereka akan memilih dan mengamalkan pendapat-pendapat yang berkembang dalam mazhab Syafi’i. Akan tetapi diantara yang pantas disayangkan adalah, masih ada bahkan tidak sedikit diantara kalangan umat islam yang mengklaim dirinya pengikut madzab imam syafi’i bahkan yang fanatik di antara mereka ternyata tidak mengenal siapa sebenarnya Imam Syafi’i. Jangankan ditanya tentang karya-karya ilmiah, aqidah, manhaj, atau pandangan Iman Syafi’i terhadap pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-sunnah, masa dan tempat al-Imam dilahirkan pun banyak yang tidak tahu. Jangan heran kalau ada yang menyangka Imam syafi’i adalah orang Asia Tenggara sehingga fiqihnya cocok untuk orang Asia Tenggara.

Kitab al-Umm adalah satu di antara kitab-kitab Imam Syafi’i yang sangat terkenal. Di sana termuat fiqih Imam Syafi’i. Maka tidak jarang bila dalam sebuah pembahasan hukum fiqih disebutkan “menurut Imam Syafi’i” maka yang dimaksud adalah dalam kitab al-Umm tersebut. Kitab al-Umm adalah sebuah kitab tebal yang terdiri dari empat jilid dan berisi 128 masalah.

Al-Hafidz ibnu Hajar berkata: “Jumlah kitab (masalah)dalam kitab al-umm sebanyak 40 bab lebih -wallahu a’lam- dimulai dari kitab at-Thaharah kemudian kitab as-Shalat. Begitu seterusnya yang beliau susun berdasarkan bab-bab fiqih …”

Ringkasan KITAB AL UMM ini adalah terjemahan dari kitab Mukhtashar Kitab Al Umm fiil Fiqhi, yang merupakan ringkasan kitab al-Umm yang disertai dengan catatan kaki dari peneliti atau pentahqiqnya. Setelah sekilas menyebutkan tentang biografi Imam Syafi’i, pada jilid 1 kitab terjemahan ini memuat pembahasan masalah fiqih yang disusun secara berurutan sebagai berikut:
  • Tentang bersuci (thaharah),
  • Tentang haid,
  • Tentang shalat,
  • Tentang shalat ‘iedain,
  • Tentang jenazah,
  • Tentang zakat,
  • Tentang pembagian zakat,
  • Tentang puasa,
  • Tentang i’tikaf,
  • Tentang haji,
  • Tentang qurban,
  • Tentang hewan buruan dan sembelihan,
  • Tentang makanan dan keterangan halal haramnya, dan
  • Tentang nadzar.
  • Masing-masing masalah dibahas dalam bab-bab yang lebih rinci.
Pembahasan dalam buku ini banyak dilakukan dengan pola dialogis yang menunjukkan bahwa Imam Syafi’i seorang pendebat yang ulung. Barangsiapa membacanya niscaya ia akan menyaksikan kekuatan hujjah imam Syafi’i dan ketajaman argumentasi berdasarkan Al-kitab dan sunnah.Tambahan catatan kaki, menyempurnakan kehadiran kitab ini.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati penulis, peringkas dan peneliti dan menjadikannya sebagai amal yang mulia, yang dapat memperbesar timbangan kebaikan kita semua.

Untuk mendownload kitab Al-Umm silahkan Lihat Dibawah ini :

Software Untuk Membuka File .djvu Download

 
Al Umm Jilid 1 :
Download
Al Umm Jilid 2 :

Download

Al Umm Jilid 3 :
Download


Update, Telah tersedia Kitab Al-Umm versi Android.
Kitab Al-Umm Android

Tata Cara Sujud Sahwi



Penulis : Syaikh Muhammad bin Shalih
al-Utsaimin
Judul Terjemahan : Tata Cara Sujud Sahwi
Alih Bahasa : Ummu Abdillah al-Buthoniyah
Editor : Muhammad Rivai
Sampul : MRM Graph


Banyak orang yang tidak mengetahui sebagian dari hukum sujud sahwi didalam shalat. Lantara mereka meninggalkan sujud sahwi di tempat yang wajib bagi mereka, sebagian yang lain melakukan sujud sahwi bukan pada saat yang tepat, sebagian melakukannya sebelum salam meskipun pada keadaan dimana mereka harus melakukannya setelah salam; sebagian lain melakukannya setelah salam meskipun sebenarnya ia harus melakukannya sebelum salam. Karenanya sangat penting untuk mengetahui hukum-hukum yang barkaitan dengan sujud sahwi terutama bagi para imam yang diikuti orang-orang di dalam shalat mereka, yang bertanggung jawab mengikuti syari’at yang benar dalam shalatnya serta memimpin kaum muslimin diatasnya. Oleh karena itu saya berkeinginan menempatkan di hadapan saudara-saudaraku beberapa hukum berkenaan dengan ini (sujud sahwi), semoga Allah Ta’ala memberikan manfaat dengannya bagi para hamba-Nya yang beriman.



Pelajaran mengenai Puasa, Tarawih dan Zakat

   

Penulis : Syaikh Muhmmad bin Shalih Al-Utsaimin
Judul Terjemahan : Pelajaran mengenai Puasa, Tarawih dan Zakat
Alih Bahasa : Ummu Abdullah
Editor : Abu Hasanain Ainur Reza, Lc.
Desain Sampul : Ummu Zaidaan al-Atsariyyah


Daftar Isi
1. Pelajaran Pertama: Hukum Puasa
2. Pelajaran Kedua: Hikmah dan Manfaat Berpuasa
3. Pelajaran Ketiga: Hukum Berpuasa bagi Orang yang Sakit dan Musafir
4. Pelajaran Keempat: Hal-hal yang Membatalkan Puasa
5. Pelajaran Kelima: Shalat Tarawih
6. Pelajaran Keenam: Zakat dan Manfaatnya
7. Pelajaran Ketujuh: Yang Berhak Menerima Zakat
8. Pelajaran kedepalan: Zakat Fitrah

Berpuasa pada bulan Ramadhan adalah kewajiban yang ditetapkan dalam Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya dan ijma kaum Muslimin. Allah berfirman:
 
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu
mengetahui.”
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang  diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al-Baqarah.” [2] : 183 -185)

Kaum Muslimin bersepakat mengenai kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan. Maka barangsiapa yang menolak kewajiban berpuasa dalam bulan Ramadhan, maka dia murtad, kafir, yang harus bertaubat. Maka apabila dia bertaubat dan menyepakati kewajiban berpuasa, ia dapat dimaafkan, tetapi jika tidak, dia mesti dibunuh sebagai orang kafir.


Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah & Tuntunan Qurban




Dept. Dakwah Al-Sofwa
Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarga dan segenap sahabatnya.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari rahimahullah,dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun.”

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.”
Berangkat dari sinilah, kami Dept. Dakwah Yayasan Al-Sofwa Jakarta, berusaha menerbitkan kembali sebuah artikel sederhana yang berjudul “Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah & Tuntunan Qurban”.

Artikel ini diterbitkan kembali untuk yang kelima kalinya sebanyak 5000 eksemplar dalam bentuk buku saku, dan disebarluaskan secara gratis kepada kaum Muslimin dengan harapan kaum Muslimin mengetahui dan mengamalkan apa yang seyogyanya dilakukan di 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah sekaligus bagaimana tata cara ber-Qurban sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Semoga usaha yang tidak seberapa ini, dicatat oleh Allah Ta’ala sebagai timbangan amal kebaikan bagi siapa saja yang berperan serta dalam penerbitan kembali buku saku ini pada hari kiamat kelak. Amin.



Tuntunan Shalat - Al-‘Allâmah ‘Abdullâh al-Jibrîn


Oleh : Al-‘Allâmah ‘Abdullâh al-Jibrîn
Judul : Tuntunan Shalat menurut Al-Quran dan As-Sunnah
Format Type : PDF



Shalat hukumnya fardhu bagi setiap orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan kita untuk mendirikan shalat, sebagai-mana disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur'anul Karim. Di antaranya adalah firman Allah Ta'ala:

"Maka dirikanlah shalat itu, sesungguhnya shalat itu adalah
kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang
beriman." (An-Nisa': 103)

"Peliharalah segala shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wusthaa
(shalat Ashar)." (Al-Baqarah: 238)

Dan Rasulullah menempatkannya sebagai rukun yang kedua di antara rukun-rukun Islam yang lima, seba-gaimana sabdanya yang berbunyi:

"Islam itu dibangun berdasarkan rukun yang lima; yaitu: Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan Nabi Muhammad itu utusanNya, mendirikan shalat, membayar zakat, melaksanakan ibadah haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan." (Muttafaq 'alaih)



 DOWNLOAD DISINI

Komentar Terbaru

Just load it!