Tampilan : Daftar Grid

Adabul Majelis



Judul : Risalah Adabul Majlis wa Bida’uha 
Publisher : Maktabah Abu Salma
Jumlah halaman : 44
File type : PDF

Berikut ini adalah Risalah Adabul Majlis wa Bida’uha atau ”Adab-Adab Majelis dan Bid’ah-Bid’ahnya” beserta penjelasan singkat seputar kaidah di dalam menilai suatu perbuatan dikategorikan sebagai bid’ah.


Risalah ini sebenarnya penyusun tulis pada sekitar Agustus 2003 dimana penyusun saat itu masih mahasiswa. Latar belakang penyusun menuliskan risalah ini pada awalnya adalah untuk meluruskan kesalahankesalahan majelis yang sering dilakukan rekan-rekan aktivis mahasiswa ketika di forum, majelis, syuro’ ataupun selainnya. Penyusun mendapatkan fenomena-fenomena yang seakan-akan telah menjadi sunnah, seperti adanya keharusan untuk membaca Al-Qur`an sebelum majelis dimulai, atau pemimpin syuro’ mengajak perserta untuk membaca doa’ tertentu secare bersama-sama, atau berdo’a di akhir majelis secara bersama-sama dan terus menerus, dan lain-lain.


Oleh karena itulah, akhirnya penulis memutuskan untuk menyusun risalah ini, sebagai koreksi dan pembenahan atas kesalahan-kesalahan yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan majelis dan adab-adabnya.


Download gratis e-Book nya :

Download

Kedudukan Assunah dalam Islam



Judul Asli : Manziilatus-Sunnah fil-Islaam
Judul Terjemahan : Kedudukan As-Sunnah dalam Islam
Author : Syaikh Muhammad Naashiruddin Al-Albani
Penerjemah : Abu Al-Jauzaa'

E-Book ini merupakan muhadlarah yang pernah Asy-Syaikh Al-Albani  sampaikan di kota Doha ibu kota Qatar, pada bulan Ramadlan tahun 1392 H. Namun sebagian ikhwan meminta kepadanya agar ceramah tersebut ditulis menjadi sebuah buku; karena muhadlarah tersebut mengandung banyak faedah yang penting.

Maka beliaupunpun memenuhi permintaan tersebut untuk menyebarkan manfaatnya. Sebagai peringatan, beliau tambahkan pula sebagian judul untuk membantu pembaca dalam memahami inti permasalahan setiap pembahasannya. Beliau berharap Allah agar mencatatnya termasuk orang yang membela agama-Nya, membela syari'at-Nya, serta menuliskan pahala untuknya. Dia adalah semulia-mulianya tempat meminta.

E-Book ini membahas seputar kedudukan As-Sunnah dalam Islam, betapa pentingnya As-Sunnah dalam memahami Al-Qur’an, karena Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan memerintahkan beliau untuk menjelaskannya, sebagaimana dalam firman Allah:

 ِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ 
”Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan” (QS. An-Nahl [16]: 44). 

Dalam risalah ini penulis juga menerangkan sebab kesesatan orang-orang yang tidak berpegang kepada Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, disertai argumen yang kuat berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan penelitian terhadap hadits-hadits shahih sebagaimana yang telah menjadi ciri khas beliau.

Download gratis e-Book nya :

Download

Penjelasan Empat Kaidah Mengetahui Fenomena Kesyirikan

Judul : Penjelasan Empat Kaidah Mengetahui Fenomena Kesyirikan
Karya : Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Pensyarah : Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Publisher: Abu Harun As Salafy
File: CHM file 175 KB


Muqadimah:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku meminta kepada Allah Yang Maha Pemurah, Rabbnya Arsy yang besar, agar Dia menjadikan anda sebagai wali-Nya di dunia dan di akhirat, menjadikan anda sebagai orang yang diberkahi dimanapun anda berada dan menjadikan anda termasuk golongan orang-orang yang jika diberikan sesuatu maka dia bersyukur, jika ditimpakan ujian maka dia bersabar, dan jika dia berdosa maka segera meminta ampunan. Karena ketiga sifat ini merupakan tanda kebahagiaan hidup seseorang.

Ketahuilah –semoga Allah Ta'ala memberikan tuntunan kepada anda-, sesunguhnya al-hanifiah adalah agamanya Nabi Ibrahim: Yaitu anda beribadah kepada Allah Subhanahu wata'ala dengan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya. Sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan: 

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. (Adz-Dzariyaat: 56).

Dan bila Anda telah mengetahui bahwasanya Allah Ta'ala menciptakan anda untuk beribadah kepada-Nya, maka ketahuilah: Bahwa ibadah tidak teranggap dia ibadah kecuali bila disertai dengan tauhid. Sebagaimana shalat, tidaklah teranggap sebagai shalat kecuali jika disertai dengan bersuci. Karenanya jika ibadah dicampuri syirik, maka rusaklah ibadah itu, sebagaimana rusaknya shalat bila disertai adanya hadats.

Kalau anda sudah mengetahui bahwa ibadah yang bercampur dengan kesyirikan akan merusak ibadah itu sendiri, bahwa hal itu menyebabkan terhapusnya semua amalan pelakunya (musyrik) dan menyebabkan pelakunya menjadi orang-orang yang kekal di dalam api neraka. 

Kalau anda sudah mengetahui semua perkara di atas, niscaya anda akan mengetahui bahwa perkara yang terpenting untuk anda ketahui adalah mempelajari masalah ini (kesyirikan), semoga dengannya Allah berkenan membebaskan anda dari jaring-jaring kerusakan ini. Yaitu kesyirikan kepada Allah Ta'ala, yang Allah Ta'ala telah berfirman tentangnya: 

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang berada di bawah (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (An-Nisaa': 116)

Pengetahuan akan hal ini (kesyirikan) akan mampu diraih dengan memahami 4 kaidah yang telah Allah nyatakan dalam Kitab-Nya.

Kaidah inilah yang akan diterangkan dalam ebook mungil berformat chm ini.




Download gratis e-Book nya :

Download

Aplikasi Android Tafsir Ibnu Katsir Lengkap Bahasa Indonesia

Aplikasi Android Tafsir Ibnu Katsir Lengkap Bahasa Indonesia



Aplikasi Android Tafsir Ibnu Katsir Lengkap Bahasa Indonesia

Aplikasi Android Tafsir Ibnu Katsir Lengkap Bahasa Indonesia



Mempelajari dan mengamalkan Al-Quran adalah hal yang perlu kita lakukan. Banyak sarana dan prasarana yang dapat digunakan untuk mempelajari dan mendalami Al-Quran, tentunya kita juga harus berkonsultasi kepada ustadz apabila ada hal yang belum dimengerti dalam mempelajari Al-Quran.

Sesungguhnya memahami Kalamullah adalah sesuatu cita-cita yang paling mulia dan taqarrub (pendekatan diri kepada Allah) yang paling agung. Amalan memahami Kalamullah telah dilakukan shahabat, tabi’in dan murid-murid mereka yang menerima dan mendengar langsung dari guru-guru mereka. Kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya yang mengikuti jejak mereka hingga hari kiamat.

Tidak diragukan, orang pertama yang menerangkan, mengajarkan, dan menafsirkan Al Qur’an adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Para shahabat telah menerima Al Qur’an dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara bacaan dan pemahaman. Mereka mengetahui makna-makna, maksud-maksud dan rahasia-rahasianya karena kedekatan mereka dengan Rasulullah, khususnya Al-Khulafa’ Ar-Rasyidin, Abdullah bin Mas’ud, Ibnu Abbas, Ubai bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abu Musa Al-Asy’ari dan Abdullah bin Az-Zubair radhiallahu ‘anhum.Ciri khas dari madrasah tafsir dengan atsar adalah menafsirkan ayat Al Qur’an dengan satu atau lebih ayat Al Qur’an lainnya. Bila tidak memungkinkan maka ditafsirkan dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih. Jika tidak ditemukan hadits yang menjelaskannya maka ditafsirkan dengan ucapan shahabat terutama shahabat yang telah disebutkan di atas. Jika ucapan shahabat tidak ditemukan maka dengan ucapan tabi’in seperti Mujahid, Ikrimah, Sa’id bin Al-Musayyib, Sa’id bin Jubair, ‘Atha bin Abi Rabbah dan Al-Hasan Al-Basri. Namun jika semuanya ada, maka biasanya disebut semua.

Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah -beliau juga menulis tafsir- mengatakan bahwa Tafsir Ibnu Katsir adalah salah satu kitab tafsir terbaik, jika tidak bisa dikatakan sebagai tafsir terbaik, dari kitab-kitab tafsir yang ada. Al-Imam As-Suyuthi rahimahullah menilai tafsirnya menakjubkan, belum ada ulama yang menandinginya. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah dalam bukunya Al-‘Ilmu menganjurkan penuntut ilmu membaca Tafsir Al Qur’anil ‘Azhim atau yang lebih dikenal dengan Tafsir Ibnu Katsir.

Di abad ke-8 Hijriyah lahir seorang ulama ahli tafsir yang merupakan alumnus akhir madrasah tafsir dengan atsar. Dialah Isma’il bin ‘Umar bin Katsir rahimahullah, salah seorang murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah (wafat tahun 774 H). Tafsirnya dijadikan rujukan oleh para ulama dan penuntut ilmu semenjak jaman beliau hingga sekarang.

Aplikasi Android Tafsir Ibnu Katsir Lengkap ini sangat ringan karena isi content nya adalah hasil ketikan bukan scan gambar atau file pdf. Isi content nya pun dapat di share ke sosial media ataupun perpesanan. Aplikasi ini dapat di download gratis menggunakan handphone android, Klik tombol dibawah ini untuk mendownload.

Download via Playstore

Meraih Surga Bulan Ramadhan




Judul asli :
FUSHUL FI SHIYAM
Penulis:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Edisi Indonesia:
MERAIH SURGA BULAN RAMADHAN
Penerjemah:
Team I’dad Du’at Ponpes Al-Ukhuwah
Editor:
Ustadz Abu Sulaiman Aris Sugiantoro


Subhanallah walhamdulillah sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba, maka dari itu marilah kita persiapkan bekal dalam menyambutnya. Pada kesempatan kali ini, kami akan share ebook mengenai ramadhan karangan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Berkata Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah, ” Seiring dengan akan tibanya bulan suci Ramadhan yang penuh barakah, maka kami akan menyajikan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin pasal-pasal penting yang berkaitan dengan bulan Ramadhan, seraya memohon kepada Allah agar menjadikan amalan kami ikhlas karena-Nya, sesuai dengan syari`at-Nya, bermanfaat bagi makhluk-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Dermawan lagi Maha mulia.

Pasal-pasal tersebut adalah:

♥ Pasal pertama : Hukum puasa.
♥ Pasal kedua : Hikmah dan faidah puasa.
♥ Pasal ketiga : Hukum berpuasa bagi orang sakit dan musafir.
♥ Pasal keempat : Hal-hal yang merusak ibadah puasa.
♥ Pasal kelima : Shalat Tarawih.
♥ Pasal keenam : Zakat dan faidah-faidahnya.
♥ Pasal ketujuh : Golongan yang berhak menerima zakat.

♥ Pasal kedelapan : Zakat fitrah.

Semoga ebook ini sangat bermanfaat bagi kaum muslimin yang membaca dan mengamalkan nya, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT, Aamiin,

Download gratis e-Book nya :

Download

Tafsir Ibnu Katsir Lengkap 30 Juz



Judul : Tafsir Ibnu Katsir
Pengarang : Al Imam Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi
Filetype : Exe

Bismillah, Segala puji bagi Allah , Dzat yang tidak mungkin menelantarkan hamba-hambaNya. Allah tidaklah membiarkan hamba-hamba Nya hidup dalam gelapnya kebodohan dan membiarkan mereka berjalan tanpa memiliki pedoman. Allah  telah mengutus para rasul kepada umat manusia untuk menerangkan kepada mereka tentang  jalan yang benar dalam mencapai kebahagiaan di dalam kehidupan mereka. Allah juga telah menurunkan kepada manusia sebuah kitab yang agung, Al Quran Al Karim, yang tidak ada sedikitpun di dalamnya keraguan dan kebatilan dari sisi mana pun.

Allah  berfirman,

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (QS. Al Baqarah : 2)

Allah  juga berfirman,

“Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS.Fushshilat :42)

Al Quran Al Karim diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk bagi seluruh makhluk-Nya. Al-Quran akan membimbing dan menjadi pedoman bagi mereka dalam setiap zaman, tempat dan keadaan mereka.

Allah  berfirman,

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”  (QS. Al Isra’ : 9)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al- ‘Utsaimin rahimahullah  berkata,” Allah menurunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan (berisi) penjelasan yaitu tentang petunjuk dan pembeda (antara yang haq dan batil), dan bahwasanya Al Quran memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. Dan ketika kita telah mengimani hal tersebut, maka konsekuensinya kita harus menempuh jalan yang mengantarkan kita kepada Al Quran dan memperoleh petunjuk dengannya. 1

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nasir As-Sa’diy rahimahullah juga mengatakan,” Suatu kewajiban bagi manusia untuk memperhatikan makna Kalamullah (Al Quran) sebagaimana para sahabat memperhatikannya. Oleh karena itu, para sahabat  apabila membaca 10 ayat, atau kurang dari 10 ayat atau lebih, mereka tidaklah beranjak (ke ayat setelahnya), sampai mereka mengetahui dan mempelajari apa yang terkandung dari ayat-ayat tersebut, tentang ilmu dan amal.” 2

Apa itu Ilmu Tafsir ?

Tafsir, secara etimologi berasal dari kata ألفسر  yang bermakna  الكشف عن المغطى (menyingkap sesuatu yang samar). Sedangkan menurut terminologi tafsir adalah penjelasan makna- makna Al-Quran Al-Karim. 3

Hukum Mempelajari Ilmu Tafsir

Mempelajari ilmu tafsir hukumnya adalah wajib, berdasarkan firman Allah

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad : 29)

Dan Juga Firman-Nya

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? ” (QS. Muhammad : 24)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al- ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “ Sisi pendalilan dari ayat yang pertama adalah Allah  telah menjelaskan bahwasanya hikmah diturunkannya Al-Quran yang penuh dengan berkah ini, adalah agar manusia mentadabburi (merenungkan) ayat-ayatnya dan untuk mengambil pelajaran darinya. Tadabbur adalah merenungkan lafazh-lafazh yang ada untuk bisa memahami maknanya.  Jika tidak ada tadabbur, maka akan hilanglah hikmah diturunkannya Al- Quran, dan menjadikan Al-Quran sebatas pada lafazh-lafazh yang tidak memberikan pengaruh. Oleh karena itu tidak mungkin untuk mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Quran tanpa memahami makna-maknanya.

Dan sisi pendalilan dari ayat yang kedua bahwasanya Allah  telah mencela mereka yang tidak mau mentadabburi Al-Quran, dan mengisyaratkan bahwa hal tersebut merupakan tanda dikuncinya hati mereka, serta menghalangi masuknya kebaikan ke dalam hati .”4

Perhatian Para Ulama Terhadap Ilmu Tafsir Al-Quran

Para ulama sangat mencurahkan perhatian mereka kepada ilmu Al-Quran. Dan salah satu bentuk perhatian mereka adalah menulis kitab-kitab tentang tafsir dan menjelaskan makna-makna yang terkandung di dalam Al-Quran. Mereka menarik kesimpulan hukum dan faedah dari ayat-ayatnya sesuai dengan kadar ilmu, iman, dan takwa yang telah Allah berikan kepada mereka.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al- ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan : “Sesungguhnya Al-Qur’an diturunkan untuk tiga perkara, yaitu: beribadah dengan membacanya, menghayati makna-maknanya, dan mengamalkan isinya. Oleh karena itu, para sahabat  tidaklah beranjak dari 10 ayat yang telah mereka pelajari, hingga mereka mempelajari kandungan dari ayat-ayat tersebut. Mereka mengatakan,’kami mempelajari Al-Quran tentang ilmu dan amal sekaligus’.” 


Download gratis e-Book nya :

Download

Komentar Terbaru

Just load it!