Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah



Judul : Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah
Penulis : M. Nashiruddin Al-Albani


TOC:
Hal-hal yang Diwajibkan atas Orang yang sedang Sakit
Menalkini Orang yang sedang Menghadapi Sakaratul Maut
Hal-hal yang Harus Dilakukan Setelah Seseorang Meninggal
Hal-hal yang diperbolehkan ketika Meninggalnya Seseorang
Hal-hal yang Wajib Dilakukan Kerabat sang Mayat
Hal-hal yang Haram Dilakukan Para Kerabat
Pemberitaan Kematian yang Diperbolehkan
Tanda-tanda Husnul Khatimah
Pujian Manusia terhadap sang Mayat
Memandikan Mayat
Mengafani Mayat
Mengusung Jenazah dan Mengiringinya
Perihal Salat Jenazah
Penguburan dan Hal-hal yang Berkaitan dengannya
Takziyah (Melawat Keluarga Mayat)
Ziarah Kubur
Bid’ah-bid’ah di Seputar Masalah Jenazah


Mukadimah

Segala puji hanyalah bagi Allah. Kami memuji, meminta pertolongan, dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami juga berlindung kepada-Nya dari kejelekan nafsu dan amalan diri. Siapa saja yang dianugerahi-Nya petunjuk, maka tidak ada kesesatan baginya, dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak akan ada yang dapat memberinya petunjuk.

Saya bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah, tuhan yang tiada sekutu bagi-Nya. Saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”(Ali Imran: 102)

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”(an-Nisa’: 1)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (al-Ahzab: 70-71)


Amma ba'du. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Quran) dan sebaik-baik bimbingan adalah petunjuk Muhammad (Sunnah Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam). Ketahuilah bahwa seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, sedangkan setiap bid’ah adalah menyesatkan dan setiap yang menyesatkan pasti menjerumuskan ke neraka.

Allah telah berfirman,

“Mahasuci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” (al-Mulk: 1-2)

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”(al-Anbiya’: 35)

Kemudian Rasulullah bersabda,

“Apakah artinya dunia bagiku, tidaklah aku di dunia ini kecuali bagaikan orang yang tengah berkendaraan dan bernanung di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.”1

Kita ketahui bahwa petunjuk Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dalam masalah penanganan jenazah adalah petunjuk dan bimbingan yang terbaik dan berbeda dengan petunjuk umat-umat lainnya, meliputi perlakuan atau aturan yang dianut umat kebanyakan. Bimbingan beliau, dalam hal mengurus jenazah, di dalamnya mencakup aturan yang memperhatikan sang mayat, yang kelak bermanfaat baginya baik ketika berada di dalam kubur maupun saat tiba hari kiamat. Termasuk memberi tuntunan, yaitu bagaimana sebaiknya keluarga dan kerabatnya memperlakukan mayat.

Dengan demikian, petunjuk dan bimbiingan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam dalam mengurus jenazah ini merupakan potret aturan yang paling sempurna bagi sang mayat, baik dalam muamalahnya secara vertikal maupun horizontal. Aturan yang sangat sempurna dalam mempersiapkan seseorang yang telah meninggal untuk bertemu dengan Rabb-nya dengan kondisi yang paling baik lagi afdal. Bukan hanya itu, keluarga dan orang-orang terdekat sang mayat pun disiapkan sebagai barisan orang-orang yang memuji Allah dan memintakan ampunan serta rahmat-Nya bagi yang meninggal.

Di dalamnya juga mengatur bagaimana tata cara yang terbaik dalam mengiringi jenazah hingga mengantarkannya ke dalam kubur sebagai penghormatan terakhir baginya. Kemudian, para pengantar –yang terdiri atas keluarga dan orang-orang terdekat– ketika berada di atas kuburnya bersama-sama berdoa dan memohon kepada Allah Taala agar menganugerahkan bagi yang meninggal apa yang paling dibutuhkannya, yaitu keteguhan dalam kehidupan di alam barzah. Mereka juga diajarkan untuk menziarahi kuburnya, memberinya salam dan mendoakannya. Ini sama halnya dengan aturan yang menuntun orang yang masih hidup mengikrarkan tekad untuk berlaku demikian terhadap sesamanya –yang masih hidup di dunia.

Tuntunan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam yang paling awal sekali yang mesti dilakukan seseorang adalah ketika saudaranya sesama muslim ditimpa sakit keras hendaknya ia mengingatkan akan “kampung akhirat”. Di samping itu, memerintahkan kepada orang-orang yang hadir saat itu untuk menalkin2 (membisikkan/membimbing orang yang hendak meninggal agar mengucapkan syahadat) –mengucapkan berulang-ulang dua kalimat syahadat– sehingga menjadi akhir ucapannya dalam melepas kehidupannya di dunia nan fana ini.







Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah
Item Reviewed: Tuntunan Lengkap Mengurus Jenazah 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!