Tampilan : Daftar Grid
Showing posts with label Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Show all posts
Showing posts with label Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Show all posts

Manajemen Qalbu – Ibnu Qayyim Al Jauziyyah


Judul Asli : Mawaridul Aman
Oleh : Ibnu Qayyim Al Jauziyyah


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam mu-dah-mudahan senantiasa Allah karuniakan atas penutup dan nabi pa-ling mulia, Muhammad, juga atas segenap keluarga, para sahabat, para tabi’in dan tabi’it tabi’in serta para pengikut setianya hingga akhir zaman.

Kitab ini adalah sebuah karya yang lebih manis dan memikat daripada sesuatu yang paling disukai manusia. Ia -menurut para ulama- termasuk karya terbaik Ibnu Qayyim, buah penanya yang istimewa dan hasil dari sumber hatinya yang jernih, suci dan cerdas. Bahkan ia termasuk di antara karya-karya terbaik dan paling utama yang pernah dilahirkan manusia.

Kitab ini membedah gelombang fitnah syetan yang ingin merobohkan tiang-tiang penyangga perbaikan, kebajikan serta kesentosaan hidup. Syetan itu tak henti-hentinya melancarkan makar dan tipu daya, menyerang segenap hati dengan senjata dan kelompoknya, menelan segenap hati di belalainya, lalu menghembuskan di dalamnya tipu daya dan racunnya, keburukan dan kejahatannya sesuai dengan selera permusuhan, kedengkian dan kebenciannya kepada anak Adam.

Wahai yang mengharapkan kebahagiaan dunia akhirat, dan yang mencintai keselamatan di hari pembalasan! Ketahuilah, tidak ada jalan bagimu kecuali engkau harus bersegera menuju mata air yang ada di hadapanmu, Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya. Dan kitab ini adalah yang paling dekat menyampaikan kepada maksudmu, yang membinarkan cahaya hidayah untukmu, yang menguakkan untukmu tempat masuknya syetan, lalu meletakkan di tanganmu tali-tali jeratnya, juga memberimu pisau tajam yang dengannya engkau memutuskan tali-tali itu dari hatimu, sehingga engkau lolos dari belenggunya, dan kembali bebas merdeka di tengah lautan fitrah.

Kitab ini adalah terjemahan dari karya monumental ulama besar yang terkenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Abi Bakr bin Ayyub bin Sa’d bin Haris Az-Zar’i Ad-Dimasyqi Al-Faqih Al-Ushuli Al-Mufassir An-Nahwi Al-Aris Syamsuddin Abu Abdillah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. Dilahirkan pada tahun 691 H, dan Rahimahullah wafat pada akhir waktu isya’, malam Kamis 13 Rajab 752 H.

Kunci Kebahagiaan




Penulis: Ibnu Qayyim al-Jauziyyah
Penerjemah: Abdul Hayyie al-Katani, dkk


SOSOK PENULIS

Nama dan Nasabnya
Nama lengkapnya adalah Abu 'Abdullah Syamsuddin Muhammad Abu Bakr bin Ayyub bin Sa'd bin Huraiz bin Makk Zainuddin az-Zur'i ad-Dimasyqi dan dikenal dengan nama Ibnu Qayyim al-Jauziyah.
Dia dilahirkan pada tanggal 7 Shafar tahun 691 H. Dia tumbuh dewasa dalam suasana ilmiah yang kondusif. Ayahnya adalah kepala sekolah al-Jauziyah di Dimasyq (Damaskus) selama beberapa tahun. Karena itulah, sang ayah digelari Qayyim al-Jauziyah. Sebab itu pula sang anak dikenal di kalangan ulama dengan nama Ibnu Qayyim al-Jauziyah.

Perjuangannya dalam Menuntut llmu
Dia memiliki keinginan yang sungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Tekad luar biasa dalam mengkaji dan menelaah sejak masih muda belia. Dia memulai perjalanan ilmiahnya pada usia tujuh tahun. Allah mengkaruniainya bakat melimpah yang ditopang dengan daya akal luas, pikiran cemerlang, daya hapal mengagumkan, dan energi yang luar biasa. Karena itu, tidak mengherankan jika dia ikut berpartisipasi aktif dalam berbagai lingkaran ilmiah para guru (syaikh) dengan semangat keras dan jiwa energis untuk menyembuhkan rasa haus dan memuaskan obsesinya terhadap ilmu pengetahuan. Sebab itu, dia menimba ilmu dari setiap ulama spesialis sehingga dia menjadi ahli dalam ilmu-ilmu Islam dan mempunyai andil besar dalam berbagai disiplin ilmu.

Guru-gurunya
Ibnu Qayyim telah berguru pada sejumlah ulama terkenal. Mereka inilah yang memiliki pengaruh dalam pembentukan pemikiran dan kematangan ilmiahnya. Inilah nama guru-guru Ibnu Qayyim.
  1. Ayahnya Abu Bakr bin Ayyub (Qayyim al-Jauziyah) di mana Ibnu Qayyim mempelajari ilmu faraid. Ayahnya memiliki ilmu mendalam tentang faraid.
  2. Imam al-Harran, Ismail bin Muhammad al-Farra', guru mazhab Hanbali di Dimasyq. Ibnu Qayyim belajar padanya ilmu faraid sebagai kelanjutan dari apa yang diperoleh dari ayahnya dan ilmu fikih.
  3. Syarafuddin bin Taimiyyah, saudara Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyyah. Dia menguasai berbagai disiplin ilmu.
  4. Badruddin bin Jama'ah. Dia seorang imam masyhur yang bermazhab Syafi'i, memiliki beberapa karangan.
  5. Ibnu Muflih, seorang imam masyhur yang bermazhab Hanbali. Ibnu Qayyim berkata tentang dia, "Tak seorang pun di bawah kolong langit ini yang mengetahui mazhab imam Ahmad selain Ibnu Muflih."
  6. Imam al-Mazi, seorang imam yang bermazhab Syafi'i. Di samping itu, dia termasuk imam ahli hadits dan penghafal hadits generasi terakhir.
  7. Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyyah Ahmad bin al-Halim bin Abdussalam an-Numairi. Dia memiliki pengaruh sangat besar dalam kematangan ilmu Ibnu Qayyim. Ibnu Qayyim menyertainya selama tujuh belas tahun, sejak dia menginjakkan kakinya di Dimasyq hingga wafat. Ibnu Qayyim mengikuti dan membela pendapat Ibnu Taimiyyah dalam beberapa masalah. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya penyiksaan yang menyakitkan dari orang-orang fanatik dan taklid kepada keduanya, sampai-sampai dia dan Ibnu Taimiyyah dijebloskan ke dalam penjara dan tidak dibebaskan kecuali setelah kematian Ibnu Taimiyyah.

     

Noktah-Noktah Hitam Senandung Setan - Ibnu Qayyim Al-Jauziyah


Judul buku : NOKTAH-NOKTAH HITAM SENANDUNG SETAN
Judul asli : Kasyful Ghithaa’ ‘An Hukmi Samaa’i Ghinaa’
Penulis : Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Penerjemah : Abu Ihsan Atsari
File Tipe : PDF

Penerjemah dalam pengantarnya berkata:
Musik sudah menjadi makanan pokok bagi kebanyakan orang pada hari ini. Seakan-akan mereka tak bisa hidup tanpa musik dan lagu. Pagi-pagi buta suara musik lah yang mengalun pertama kali dari rumah-rumah mereka. Kalaulah kita data satu persatu, hampir di setiap rumah kita temui kaset atau CD musik, karaoke dan sejenisnya! Itulah realita kita!
Virus musik dan nyanyian yang tersebar di kalangan masyarakat kita sudah mencapai titik yang sangat membahayakan. Bahaya itu dapat kita lihat dari maraknya penjualan cd-cd musik dan karaoke yang menjamur di kaki-kaki lima, mal-mal dan tempat-tempat umum lainnya. Dengan stelan musik yang keras, begitu memekakkan telinga dan mengganggu orang lain. Mereka tidak lagi menghiraukan kata-kata cabul, kotor dan tak senonoh yang menjadi lirik lagu tersebut. Sudah lumrah kata mereka!
Tidakkah mereka tahu, virus musik dan nyanyian ini sangat besar daya rusaknya terhadap diri seseorang. Hancurnya generasi muda sekarang ini, kalau kita telusuri sebabnya, banyak yang berpangkal dari musik! Maka dari itu para ulama menyebut musik dan lagu ini sebagai jampi-jampi perzinaan! Memang benar, daya hipnotis musik lah yang mendorong mereka melakukan perzinaan, mulai dari zina tangan, zina mata, zina telinga, zina kaki sampai pada akhirnya dibuktikan oleh kemaluan!

 DOWNLOAD DISINI


Komentar Terbaru

Just load it!